Akibat Hukum Putusan MK No. Nomor 115/PUU-VII/2009 Terhadap UU. No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Pada tanggal 25 Oktober Tahun 2010, Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan No. Nomor 115/PUU-VII/2009 yang pada intinya berhubungan dengan kedudukan Serikat Pekerja dalam sebuah perundingan untuk proses pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (yang selanjutnya disebut PKB). Keputusan MK tersebut di keluarkan sehubungan dengan gugatan yang dilakukan oleh Serikat Pekerja Bersatu Bank Central Asia (SPB-BCA).

SPB-BCA pada saat itu menggugat keberadaan mereka yang merasa disisihkan dalam pembuat PKB tahun 2008-2010 hanya karena keanggotaan mereka tidak sampai 50% sesuai dengan Pasal 120 (1) UU 13/2003, sehingga mereka menganggap bahwa aspirasi mereka yang seharusnya dijadikan masukan karena mereka juga karyawan BCA ternyata disisihkan dalam pembuatan PKB yang notabene berlaku untuk seluruh karyawan BCA termasuk pengurus dan anggota SPB-BCA.

Putusan MK tersebut akhirnya mengabulkan sebagian dari permintaan pemohon dan tidak seluruhnya terhadap pasal-pasal, dengan penjelasan sebagai berikut:

1.      Pasal 120 UU 13/2003 yang semula tertulis:

1)      Dalam hal di satu perusahaan terdapat lebih dari 1 (satu) serikat pekerja/serikat buruh maka yang berhak mewakili pekerja/buruh melakukan perundingan dengan pengusaha yang jumlah keanggotaannya lebih dari 50% (lima puluh perseratus) dari seluruh jumlah pekerja/buruh di perusahaan tersebut.

2)      Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak terpenuhi, maka serikat pekerja/serikat buruh dapat melakukan koalisi sehingga tercapai jumlah lebih dari 50% (lima puluh perseratus) dari seluruh jumlah pekerja/buruh di perusahaan tersebut untuk mewakili dalam perundingan dengan pengusaha.

3)      Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) atau ayat (2) tidak terpenuhi, maka para serikat pekerja/serikat buruh membentuk tim perunding yang keanggotaannya ditentukan secara proporsional berdasarkan jumlah anggota masingmasing serikat pekerja/serikat buruh.

Dirubah oleh Putusan MK pada ayat (3) dengan menghapus frasa Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) atau ayat (2) tidak terpenuhi, maka…” sehingga yang tertulis secara adalah “para serikat pekerja/serikat buruh membentuk tim perunding yang keanggotaannya ditentukan secara proporsional berdasarkan jumlah anggota masingmasing serikat pekerja/serikat buruh”

 

Makna berdasarkan dari Putusan MK tersebut adalah:

“dalam hal di satu perusahaan terdapat lebih dari satu serikat pekerja/serikat buruh, maka jumlah serikat pekerja/serikat buruh yang berhak mewakili dalam melakukan perundingan dengan pengusaha dalam suatu perusahaan adalah maksimal tiga serikat pekerja/serikat buruh atau gabungan serikat pekerja/serikat buruh yang jumlah anggotanya minimal 10% (sepuluh perseratus) dari seluruh pekerja/buruh yang ada dalam perusahaan”;

Konsekuensi yuridis atas perubahan tersebut diatas adalah, apabila dalam hal di satu perusahaan terdapat lebih dari satu serikat pekerja/serikat buruh, maka jumlah serikat pekerja/serikat buruh yang berhak mewakili dalam melakukan perundingan dengan pengusaha dalam suatu perusahaan adalah maksimal tiga serikat pekerja/serikat buruh atau gabungan serikat pekerja/serikat buruh yang jumlah anggotanya minimal 10% (sepuluh perseratus) dari seluruh pekerja/buruh yang ada dalam perusahaan”, berarti setelah keluarnya Putusan MK tersebut adalah ketika terjadi sebuah perundingan antara Pengusaha dengan Pekerja/Buruh, maka maksimal hanya 3 SP/SB yang berhak melakukan/mewakili dalam perundingan atau apabila ada lebih dari 3 SP/SB, maka perhitungan wakil Pekerja/Buruh dalam sebuah perundingan dihitung secara gabungan dengan perhitungan jumlah anggota minimal 10% dari seluruh pekerja/buruh dalam perusahaan, sehingga SP/SB yang tidak memiliki anggota minimal 10% dari seluruh jumlah pekerja/buruh dalam perusahaan maka SP/SB tersebut harus melakukan koalisi dengan SP/SB lain sehingga bisa mencapai target minimal 10% dari seluruh jumlah pekerja/buruh dalam perusahaan.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s